Pertemuan Keempat

Kelas:
LB11 - Kelompok 9
Waktu: 
Rabu,11 Oktober 2017 pukul 08.30 - 10.00 WIB
Lokasi :
Hutan Kota Srengseng
Jalan Haji Kelik RT.8/RW.6, Srengseng, Kembangan, 
RT.8/RW.6, Srengseng, Jakarta Barat, 
Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11630
Tim yang hadir:
Ketua : 
Richard Pusvita Ridwan (2001542765)
Anggota :
Nicksen Handoko (2001536491)
Lievianty (2001542696)
Nella Cristiani (2001545836)
Cynthia Filicia (2001560793)
Anthony Yoewono (2001544581)

Kelvin Fernandez (2001542941)
Ihsan Tri Heldian (2001584055)
Felix Tan Muljono (2001562142)

Pertemuan : 
Keempat
Keterangan  :
Perawatan bibit pohon
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

   Pada hari itu tidak ada jadwal kuliah sehingga kami berencana untuk melanjutkan pertemuan kami yang keempat. Kami memutuskan untuk datang ke Hutan Kota Srengseng jam 8 pagi. Seperti biasa Pak Rojak menyambut kami. Pada pertemuan kami yang keempat, pertama-tama kami mengambil air menggunakan ember yang telah disediakan yang nantinya akan digunakan untuk menyiram bibit pohon. Sebelum menyirami bibit pohon, kami perlu memberi pupuk kembali. 

   Kami tidak ingin mengulangi kesalahan kami dengan memberi pupuk pada permukaan. Kami menggali tanah di sekitar pohon dengan kedalaman sekitar 8 cm untuk menaruh pupuk, seperti yang telah diinstruksikan oleh Pak Iwa pada pertemuan sebelumnya. Kemudian kita menaruh pupuk dengan perkiraan sebanyak 1 sendok teh. Kami menutup kembali lubang yang telah kita buat dengan tanah.

   Setelah memberi pupuk, kami menyirami bibit pohon dengan gayung berisi air dari ember yang telah kamu siapkan sebelumnya. Kami melakukannya secara bergantian. Untuk mengakhiri pertemuan keempat, kami berfoto bersama dengan Pak Security.Kami juga berterimakasih kepada Pak Rojak karena kami sudah diarahkan dan mendapat mengetahuan baru tentang merawat pohon.
































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Pertama