Pertemuan Pertama

Kelas:
LB11 - Kelompok 9
Waktu: 
Selasa,19 September 2017 pukul 12.00 - 13.30 WIB
Lokasi :
Hutan Kota Srengseng
Jalan Haji Kelik RT.8/RW.6, Srengseng, Kembangan, 
RT.8/RW.6, Srengseng, Jakarta Barat, 
Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11630
Tim yang hadir:
Ketua : 
Richard Pusvita Ridwan (2001542765)
Anggota :
Nicksen Handoko (2001536491)
Lievianty (2001542696)
Nella Cristiani (2001545836)
Cynthia Filicia (2001560793)
Anthony Yoewono (2001544581)
Kelvin Fernandez (2001542941)
Ihsan Tri Heldian (2001584055)
Felix Tan Muljono (2001562142)

Pertemuan : 
Pertama
Keterangan  :
Survey + periijinan

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pada hari ini kami memutuskan untuk melakukan survey tempat pertama kali untuk menjalankan kegiatan penanaman pohon. Sesampainya kami di Hutan Kota Srengseng, kami membeli tiket masuk (HTM Rp.2000,00 per orang) kemudian tidak lama setelah itu kami yang awalnya masih sedikit bingung karena itu merupakan kali pertama kami ke tempat itu kami langsung menemui beberapa orang yang kami perkirakan sebagai pengelola. Kedatangan kami disana ternyata disambut baik oleh pengelola disana, kami berbincang-bincang di kantornya kemudian mengutarakan niat utama kami datang kesana.

Kami memang menyampaikan maksud kami secara langsung, kami mengatakan bahwa kami sedang survey tempat terlebih dahulu serta meminta ijin oleh pengelola disana supaya kami bisa menanam bibit pohon. 
Diskusi kami berlangsung dengan baik, pertama-tama kami diminta untuk menyampaikan niat kami masing-masing serta niat kelompok. Niat kami ini direspon positif oleh pengelola sehingga kami bertanya lebih lanjut mengenaik kelanjutan dari survei ini.

Pak Iwa, selaku perwakilan dari pengelola Hutan Kota Srengseng, menjelaskan mengenai tipe pohon apa saja yang bibitnya boleh kami tanam. Beliau juga menjelaskan bahwa Hutan Kota Srengseng sedang dalam masa pemeliharaan gedung pengelolanya, sehingga sangat membutuhkan bibit pohon baru. Bibit pohon yang kami akan tanam pun tidak boleh asal pohon seperti pohon buah, tanaman hias melainkan harus bibit pohon hutan. Dan dia juga mengharapkan kami untuk mungkin bisa menanam bibit pohon yang memang sedikit langka sehingga Hutan Kota Srengseng lengkap. Dari bibit pohon hutan yang boleh ditanam itu, kami tidak diperkenankan untuk menanam bibit pohon Tembesi dan Mahoni karena saat ini sudah banyak.

Survey kami hari ini pun diakhiri dengan pamit undur diri serta meminta Pak Iwa untuk berfoto bersama sebagai bukti survey hari pertama. Kami pun dipersilahkan untuk berkeliling melihat kawasan Hutan Kota Srengseng, di area dalam terdapat danau kecil yang bisa digunakan untuk kegiatan memancing ikan, dan juga terdapat jalan disekeliling danau yang bisa digunakan untuk olahraga atau sekedar jalan-jalan

Tambahan kesan dari salah satu anggota kami, 
Hutan kota Srengseng menurut kami sangat mudah diakses dan nyaman dikunjungi di tengah siang hingga sore hari, pepohonan disini sangatlah rindang  dengan kira-kira 63 varietas berbeda, di hutan buatan seluas 15 hektar yang sudah ada sejak 1995 ini.

Ada yang menarik dari pengelolaan Hutan Kota Srengseng yang berbeda dengan kawasan lain. Di sini, warga yang datang berkunjung bisa memilih sendiri bibit pohon dan menanamnya di area hutan.

















Komentar

Postingan populer dari blog ini